Peresmian Pasar Tradisional Andong, Krenceng, Sayangan dan Gedung UPT Metrologi Legal Kota Salatiga

Salatiga- Walikota Salatiga resmikan tiga pasar baru sekaligus di wilayah kota Salatiga. Keberadaan pasar tersebut adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi rakyat dan kecintaan terhadap pasar tradisional bisa meningkat.

“Dengan dibangunnya tiga pasar di kota Salatiga, tentunya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di kota ini. Selain itu, pasar ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk menata wajah kota. Wajah kota tidak hanya trotoar, taman kota, namun kondisi pasar juga harus ditata dengan baik,” jelas Walikota Salatiga, Yuliyanto SE MM saat meresmikan tiga pasar tradisional di Kota Salatiga yang bertempat di Pasar Andong, jalan Osamaliki Kelurahan Mangunsari Salatiga, Selasa (9/7).

Ketiga pasar tersebut yakni pasar Andong, pasar Krenceng, dan pasar Sayangan. Selain itu juga meresmikan gedung Metrologi Legal Kota Salatiga. Menurutnya, keberadaan pasar tersebut harus dijaga dan dirawat bersama. Sedangkan untuk pasar tradisional yang lain pemerintah juga akan segera menyelesaikannya.

“Untuk pasar yang lain seperti pasar Jetis dan Rejosari, tentunya mohon doa restu dan dukungan agar segera dibangun. Harapanya semua pasar di salatiga akan tampil bersih, lebih hygenis, tidak kumuh dan  tidak becek. Sehingga masyarakat tidak enggan berbelanja,”tegas Yuliyanto.

Selain itu, pemanfaatan teknologi juga diterapkan disini yakni dengan memanfaatkan e-restribusi. Ini adalah bagian dari kewajiban pedagang untuk membayar restribusi yang disetor ke PAD kota Salatiga. Dimana, hasilnya akan akan berputar kembali dan untuk masyarakat.

“Pedagang yang sudah membayar, saya ucapkan terima kasih karena sudah bertanggungjawab atas kewajiban yang harus dibayarkan. Sehingga potensi dari pasar akan meningkat kembali. Harapan saya bahwa dengan adanya kesadaran yang baik akan berimbas untuk  kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat nanti,” tandasnya.

Sementar itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Ardiyantara SH MH mengatakan bahwa dirinya mengajak untuk bersama-sama merawat setelah pembangunan pasar tersebut selesai. Selain itu juga memperbaiki fasilitas pasar dan pembenahan manajeman pengelolaan serta perilaku pedagang di dalamnya. Menurutnya, tidak sedikit kalangan mengatakan bahwa keberadaan pasar tradisional mulai tersingkir, karena banyaknya toko serba ada, supermarket atau mall.

“Saya harap dengan adanya pasar baru ini masyarakat bisa lebih senang berbelanja disini. Karena pasar tersebut tidak kalah dengan mall karena tempatnya sudah bersih, tidak kotor dan tidak becek. Harapannya, minat pedagang juga semakin besar dan pasar tradisional kian ramai dengan penataan yang baik pula,”katanya.

Ditambahkan, bahwa para pedagang juga ditertibkan secara administrasi dengan melakukan validasi pedagang pasar yakni dengan pemberian Surat Izin Penempatan (SIP), Kartu Tanda pengenal Pedagang (KTPP), dan perjanjian pemakaian aset daerah serta pemberian kartu e-restribusi.

3 pasar tradisional telah rampung

Sebagai informasi bahwa pada tahun 2018 Dinas Perdagangan Kota Salatiga  telah mampu menyelesaikan revitalisasi 3 pasar tradisional di wilayah kota Salatiga. Ketiga pasar tersebut yakni pasar Andong, pasar Sayangan dan pasar Krenceng.

Pasar Andong, diklasifikasikan sebagai pasar khusus yang memperjualbelikan barang bekas dan aksesoris. Terletak di jalan Osamaliki kelurahan Mangunsari kota Salatiga. Pasar ini dibangun mulai tahun 2017 dengan alokasi dana sebesar Rp. 1.052.619.000,- yang bersumber dari DAK sebesar Rp. 681.377.000,00,- dan APBD Kota Salatiga sebesar Rp. 371.242.000,-. Pada tahun 2018  mendapat dana dari APBD Kota sebesar Rp. 1.294.085.000,-. Pasar Andong berdiri dengan kapasitas 21 kios dan 160 los disamping 33 kios yang telah ditempati pedagang saat ini.

Kemudian pasar sayangan, diklasifikasikan dalam jenis pasar umum yang terletak di jalan patimura kelurahan Salatiga Kecamatan Sidorejo. Dibangun pada tahun 2018 dengan anggaran sebesar Rp. 2.098.788.000,- yang bersumber dari DAK. Pasar ini dibangun 2 lantai dengan kapasitas lantai dasar 5 kios dan 17 los. Sedangkan lantai 1 dikhususkan untuk kuliner berkapasitas 7 kios.

Yang terakhir adalah pasar Krenceng, diklasifikasikan dalam jenis pasar umum. Terletak di jalan imam bonjol Kelurahan Kecandran Kecamatan Sidomukti. Pasar ini dibangun menjadi 2 tahap. Tahap pertama dibangun dengan 24 kios dan los dengan alokasi anggaran Rp.2.920.163.000,- bersumber dari DAK. Sedangkan untuk tahap kedua masih  berjalan dengan menyelesaikan pembangunan 32 kios dan finishing los berkapasitas 60 los dengan alokasi dana sebesar Rp. 1.000.000.000,-.

Sumber : http://salatiga.go.id/yuliyanto-resmikan-tiga-pasar-tradisional-sekaligus/